TELENURSING


TELENURSING
1.      Definisi
Telenursing adalah upaya penggunaan teknologi informasi dalam memberikan pelayanan keperawatan dalam bagian pelayanan kesehatan dimana ada jarak secara fisik yang jauh antara perawat dan pasien, atau antara beberapa perawat. Sebagai bagian dari telehealth dan beberapa bagian terkait dengan aplikasi bidang medis dan non medis seperti telediagnosis, telekonsultasi dan telemonitoring (http://en.wikipedia.org/wiki/telenursing, diperoleh tanggal 02 mei 2012).
Dengan penerapan telenursing dalam memberikan pelayanan keperawatan akan meningkatkan kepuasan klien dan peningkatan parstisipasi aktif keluarga. Dalam memberikan asuhan keperawatan secara jarak jauh maka diperlukan kebijakan umum dari pemerintah untuk mengatur praktek, SOP/standar operasional prosedur, etik dan profesionalisme, keamanan, kerahasiaan pasien dan jaminan informasi yang diberikan.
Kegiatan telenursing membutuhkan integrasi antara startegi dan kebijakan untuk mengembangkan praktek keperawatan, penyediaan pelayanan asuhan keperawatan, dan sistem pendidikan serta pelatihan keperawatan.
Melalui telenursing, perawat mampu melakukan monitoring, pendidikan, follow up, pengkajian dan pengumpulan data, melakukan intervensi, memberikan dukungan pada keluarga dan perawatan multidisiplin yang inovatif serta kolaborasi. Selain itu dalam praktek telenursing, perawat melakukan pengkajian lanjutan, perencanaan, intervensi, dan evaluasi terhadap hasil perawatan, dan perawat juga menggunakan teknologi seperti internet, computer, telephone, alat pengkajian digital, dan perlengkapan telemonitoring system audio-vidio, satelit dan system komunikasi yang lain. Penggunaan computer dan teknologi informasi untuk mensupport perawat dan pasien dengan informasi yang lebih efektif. Dalam rangka efisiensi dan efektifitas telenursing, antara perawat dan pasien terhubungkan secara langsung menggunakan system transmisi elektronik.

2.      Tujuan Telenursing
Tujuan dari telenursing adalah tidak untuk membentuk diagnosis medis, melainkan difokuskan pada dimensi dari urgensi. Sehingga  para perawat akan lebih terfokus pada informasi, dukungan, dan meningkatkan pengetahuan. Untuk mencapai hasil yang positif dari konsultasi melalui telephone maka sangat dibutuhkan cara berkomunikasi yang baik. Komunikasi yang baik akan berdampak pada perasaan sehingga setiap perkataan akan mudah untuk didengar dan dipahami. Dengan demikian klien dan keluarganya akan termotivasi untuk mengikuti saran perawat. Sebuah komunikasi yang berpusat pada klien  adalah teknik pendekatan yang disukai dalam rangka membina hubungan antara klien dan tenaga professional. Komunikasi yang berpusat pada klien telah ditangani secara ekstensif selama dekade terakhir.

3.      Manfaat Telenursing
Menurut Britton et all (1999), ada beberapa keuntungan telenursing yaitu :
1.      Efektif dan efisien dari sisi biaya kesehatan, pasien dan keluarga dapat mengurangi kunjungan ke pelayanan kesehatan ( dokter praktek,ruang gawat darurat, rumah sakit dan nursing home)
2.      Dengan sumber daya yang minimal dapat meningkatkan cakupan dan jangkauan pelayanan keperawatan tanpa batas geografis
3.       Telenursing dapat menurunkan kebutuhan atau menurunkan waktu tinggal di rumah sakit
4.      Pasien dewasa dengan kondisi penyakit kronis  memerlukan pengkajian yang sering sehingga membutuhkan biaya yang banyak. Telenursing dapat meningkatkan pelayanan untuk pasien kronis tanpa memerlukan biaya dan meningkatkan pemanfaatan teknologi.
Berhasil dalam menurunkan total biaya perawatan kesehatan dan meningkatkan akses untuk perawatan kesehatan tanpa banyak memerlukan sumber.
Selain manfaat di atas telenursing dapat dimanfaatkan dalam bidang pendidikan keperawatan ( model distance learning) dan perkembangan riset keperawatan berbasis informatika kesehatan. Telenursing dapat juga digunakan dikampus dengan video conference, pembelajaran on line dan Multimedia Distance Learning

    Berikut contoh Telenursing :



Ny.K sudah kontrak dengan perawat N untuk melaksanakan Telenursing pada pukul 20.00 WIB. Klien mengeluh sakit perut sebelah kiri dan merasa mual, sering bersendawa dan merasa sesak. Sesekali klien muntah cairan berwarna kuning dan rasanya asam. Klien mengatakan merasaan sakit tersebut ketika klien lupa untuk makan berat dan selalu memakan makanan pedas dan selalu minum minuman dingin.
Dialog :
Perawat  :        Selamat malam ibu, apakah benar ini  dengan Ny. K ?
Klien :             Iya benar.
Perawat :         perkenalkan bu, saya perawat N, disini saya akan melakukan telenusing sesui kontrak kita sebelumnya. Apakah ibu sudah siap?
Klien :             siap.
Perawat :         baik, pertama tama saya akan mengkaji terlebih dahulu, apa yang ibu keluhkan saat ini?
klien :              saya sedang merasakan sakit perut sebelah kiri bawah, mual,dan sudah beberapa kali saya muntah tetapi yang keluar hanya cairan kuning dan rasanya asam,saya merasa pusing dan lemas.
Perawat :         sebelumya apakah ibu selalu makan secara teratur ?
Klien :             ahir-ahir ini, saya kurang memperhatikan asupan makanan dan selalu jajan makanan pedas diluar saja.
Perawat :         maaf bu sebelumnya, coba tekan perut bagian atas dibawah tulang rusuk bagian kiri. Apakah ibu merasa sakit ?
Klien :             iya, sangat sakit.
Perawat :         apakah ibu merasa sesak ?
Klien :             iya.
Perawat :         baik, disini saya akan menjelaskan sedikit, mual yang ibu rasakan yaitu akibat asupan makanan yang kurang dikarenakan ibu terlalu sering mengosongkan perut dan mengosumsi makanan pedas, akibatnya bagian usus saling bergesekan karena tidak ada makanan untuk dicerna maka dari itu ibu harus makan secara teratur 3 X 1 pagi , siang dan malam. Untuk saat ini, sebaiknya ibu mengosumsi makanan yang lemek dan lembut ya karena lambung ibu mengalami iritasi.
Klien :             oh begitu, lendir kuning pada saat saya muntah itu lendir apa ya?
Perawat :         lendir kuning yang rasanya asam itu dinamakan HCL, HCL itu bersifat asam yang berfungsi untuk mencerna makanan, karena usus tidak mencerna makanan karena ibu sering mrngosongkan perut ( tidak makan berat ) maka HCL akan berproduksi secara berlebihan.
Klien :             oh begitu ya sus, kenapa saya merasa sesak? Apakah saya mengalami penyakit asma?
Perawat :         sesak terjadi karena ada gas yang berlebihan didalam perut ibu.
Klien :             oh begitu ya sus
Perawat :         iya bu, apakah ada yang ingin di tanyakan lagi ?
Klien :             tidak ada sus, terimaksih atas penjelasannya.
Perawat :         baik ibu, jika tidak ada pertanyaan saya ahiri, terimakasih sudah mempercayai saya untuk berkonsultasi,semoga cepat sembuh ya.
Klien :             iya sus terimakasih
Perawat :         wassalamialaikum
Klien :             waalaikumsalam.



DAFTAR PUSTAKA
http://keperawatanuinam.blogspot.com/2015/03/telenursing.html


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PRILAKU SEKS BEBAS PADA REMAJA

MITOS TEPUNG KUNYIT MAMPU MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL PADA TELUR PUYUH